Banyak orang merasa takut jerawatan pakai sunscreen, terutama jika kulitnya berminyak, mudah berkomedo, atau pernah mengalami bruntusan setelah mencoba produk tertentu. Padahal, menghindari sunscreen bukan solusi yang tepat. Perlindungan terhadap sinar matahari tetap penting, termasuk bagi kulit yang rentan berjerawat.
Untuk kulit acne-prone, salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah memilih sunscreen dengan keterangan non-comedogenic atau won’t clog pores, serta menggunakan produk dengan perlindungan broad-spectrum SPF 30 atau lebih. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan karakteristik tersebut untuk membantu melindungi kulit tanpa meningkatkan risiko penyumbatan pori pada sebagian besar pengguna.
Sunscreen tidak secara otomatis menyebabkan jerawat. Jika muncul bruntusan atau jerawat setelah menggunakan sunscreen, penyebabnya dapat berkaitan dengan kecocokan formula, produk lain yang digunakan bersamaan, iritasi, atau kondisi kulit yang memang sedang mengalami acne. Karena itu, produk sebaiknya dievaluasi berdasarkan respons kulit, bukan hanya berdasarkan jenis filter UV-nya.
Mengapa Sunscreen Bisa Terasa Memicu Komedo dan Jerawat?
Banyak orang mengeluhkan timbulnya bintik merah, komedo, atau bruntusan setelah menggunakan sunscreen. Namun, tidak tepat jika setiap breakout setelah memakai sunscreen langsung dianggap disebabkan oleh kandungan tabir surya.
Produk skincare, kosmetik, dan sunscreen tertentu memang dapat berkontribusi terhadap munculnya breakout pada sebagian orang, terutama jika formulanya tidak sesuai dengan kondisi kulit. AAD menyarankan orang yang rentan berjerawat memilih produk skincare, sunscreen, makeup, dan produk rambut yang berlabel non-comedogenic atau won’t clog pores.
Selain itu, munculnya jerawat setelah menggunakan produk baru tidak selalu berarti pori-pori “terkunci oleh keringat”. Reaksi kulit dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk formula produk, penggunaan beberapa produk secara bersamaan, iritasi, serta kondisi acne yang sedang aktif.
Silikon seperti dimethicone, misalnya, tidak otomatis menyebabkan komedo pada semua orang. Bahkan, AAD mencantumkan silikon sebagai salah satu bahan yang dapat terdapat pada sunscreen untuk kulit sensitif/rosacea karena dapat membantu mengurangi iritasi pada sebagian pengguna.
Apakah Sunscreen Bisa Menyebabkan Bruntusan?
Bisa saja suatu produk sunscreen tidak cocok dengan kulit seseorang, tetapi hal tersebut tidak berarti semua sunscreen menyebabkan bruntusan.
Jika bruntusan muncul setelah mengganti sunscreen, perhatikan:
- kapan keluhan mulai muncul;
- apakah ada produk skincare baru lain yang digunakan bersamaan;
- apakah tekstur sunscreen terasa terlalu berat atau tidak nyaman;
- apakah kulit mengalami gatal, perih, atau kemerahan;
- apakah muncul komedo, jerawat merah, atau benjolan kecil dengan karakter berbeda.
Evaluasi seperti ini lebih membantu daripada langsung menghentikan seluruh penggunaan sunscreen.
Takut Jerawatan Pakai Sunscreen? Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Memilih sunscreen untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat memang membutuhkan perhatian lebih. Namun, tidak berarti Kamu harus menghindari semua produk sunscreen.
1. Cari Label Non-Comedogenic atau Won’t Clog Pores
Untuk kulit yang mudah mengalami komedo dan jerawat, Kamu dapat mencari produk dengan label non-comedogenic atau won’t clog pores. Label tersebut menunjukkan bahwa produk diformulasikan dan diuji dengan mempertimbangkan risiko penyumbatan pori. Namun, label tersebut bukan jaminan bahwa suatu produk pasti cocok untuk setiap orang.
2. Pertimbangkan Jenis Filter Sunscreen: Mineral, Chemical, atau Hybrid
Sunscreen dapat menggunakan filter mineral, chemical, atau kombinasi keduanya.
Mineral sunscreen menggunakan zinc oxide, titanium dioxide, atau keduanya sebagai bahan aktif. AAD merekomendasikan mineral sunscreen untuk orang dengan kulit sensitif karena bahan tersebut cenderung lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.
Sementara itu, chemical sunscreen menggunakan bahan aktif selain zinc oxide dan titanium dioxide. Ada pula hybrid sunscreen yang menggabungkan filter mineral dan chemical. Ketiganya dapat memberikan perlindungan terhadap sinar matahari apabila produk memiliki perlindungan yang sesuai.
Jika kulit Kamu sensitif dan sunscreen tertentu menimbulkan rasa perih atau terbakar, mineral sunscreen yang mengandung zinc oxide dan/atau titanium dioxide dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
3. Perhatikan Tekstur yang Nyaman untuk Kulit Berminyak
Kulit berminyak atau acne-prone sering terasa lebih nyaman dengan sunscreen bertekstur ringan seperti fluid, gel, atau lotion ringan. Namun, tekstur tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan apakah suatu produk akan menyebabkan komedo.
Yang lebih penting adalah melihat keseluruhan formulasi dan respons kulit setelah pemakaian.
Jika sunscreen terasa terlalu berat, sangat berminyak, atau membuat kulit tidak nyaman, Kamu dapat mencoba formula lain yang memiliki klaim non-comedogenic dan sesuai dengan kebutuhan kulit.
4. Jangan Hanya Melihat SPF
Untuk perlindungan sehari-hari, AAD merekomendasikan sunscreen dengan:
- SPF 30 atau lebih;
- broad-spectrum, yaitu memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB;
- water-resistant, terutama bila berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
Jadi, sunscreen untuk kulit berjerawat bukan hanya soal memilih produk yang “ringan”, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap sinar matahari tetap memadai.
Cara Menggunakan Sunscreen agar Tidak Membuat Kulit Semakin Bermasalah
Pemilihan produk memang penting, tetapi cara pemakaian juga perlu diperhatikan.
Gunakan Sunscreen Setiap Hari
Kulit yang rentan berjerawat tetap membutuhkan perlindungan terhadap sinar matahari. AAD merekomendasikan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih untuk membantu melindungi kulit dari sinar UV. Perlindungan ini juga penting karena paparan matahari dapat memperburuk tampilan noda gelap setelah jerawat pada sebagian orang.
Aplikasikan dengan Cara yang Tepat
Gunakan sunscreen pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum beraktivitas di luar ruangan. AAD menyarankan mengaplikasikan sunscreen sekitar 15 menit sebelum keluar rumah, kemudian mengoleskannya kembali setidaknya setiap dua jam atau setelah berenang dan berkeringat.
Untuk perlindungan yang lebih menyeluruh, sunscreen sebaiknya tidak menjadi satu-satunya perlindungan. Berteduh, menggunakan pakaian pelindung, topi bertepi lebar, dan mengurangi paparan matahari langsung juga dapat membantu.
Cara Membersihkan Sunscreen pada Malam Hari
Bagi Kamu yang takut jerawatan pakai sunscreen, membersihkan wajah pada malam hari memang penting. Namun, tidak berarti setiap orang wajib melakukan double cleansing.
Apakah Double Cleansing Wajib?
Tidak ada keharusan bahwa setiap pengguna sunscreen harus selalu melakukan double cleansing. Kebutuhan pembersihan bergantung pada produk yang digunakan, makeup, jenis sunscreen, dan kondisi kulit.
Jika Kamu menggunakan sunscreen yang sulit dibersihkan atau sekaligus memakai makeup, pembersih tahap pertama seperti micellar water, cleansing oil, atau cleansing balm dapat membantu mengangkat residu sebelum dilanjutkan dengan facial cleanser.
Namun, jika satu pembersih wajah yang lembut sudah cukup mengangkat produk tanpa meninggalkan residu, tidak selalu diperlukan dua tahap pembersihan.
Yang perlu dihindari adalah membersihkan wajah terlalu keras atau terlalu sering karena dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.
Pilih Facial Wash yang Lembut
Setelah menggunakan produk pembersih pertama bila memang diperlukan, gunakan facial wash yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit.
Tidak perlu mencari sensasi kulit yang sangat kesat setelah mencuci wajah. Kulit yang terasa tertarik, perih, atau sangat kering justru dapat menjadi tanda bahwa rutinitas pembersihan terlalu agresif.
Jangan Menggosok Wajah Terlalu Keras
Jika menggunakan kapas, usapkan secara perlahan. Hindari menggosok kulit berulang kali dengan tekanan kuat karena dapat menyebabkan iritasi.
Takut Jerawatan Pakai Sunscreen? Jangan Langsung Berhenti Menggunakannya
Jika muncul jerawat setelah menggunakan sunscreen, jangan langsung menyimpulkan bahwa sunscreen adalah penyebab tunggal.
Coba evaluasi kembali:
- Apakah sunscreen baru saja diganti?
- Apakah ada skincare lain yang baru digunakan?
- Apakah muncul komedo, jerawat merah, atau hanya rasa gatal dan kemerahan?
- Apakah produk memiliki label non-comedogenic?
- Apakah kulit dibersihkan dengan baik pada malam hari?
- Apakah kondisi tersebut terus berulang setiap kali menggunakan produk yang sama?
Jika keluhan selalu muncul setelah menggunakan produk tertentu, produk tersebut dapat dihentikan sementara dan dievaluasi bersama dokter bila keluhan menetap.
Jerawat tidak selalu muncul langsung karena satu produk. Acne merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, sehingga evaluasi penyebab perlu melihat keseluruhan kondisi kulit dan rutinitas perawatan.
Penanganan Klinis Jika Kulit Sudah Terlanjur Breakout
Jika kulit mengalami breakout yang menetap, semakin meradang, atau meninggalkan noda dan bekas, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan penyebab dan pilihan penanganannya.
AAD menjelaskan bahwa penanganan acne dapat melibatkan berbagai terapi, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Bahan seperti salicylic acid dapat membantu terutama pada whiteheads dan blackheads, sedangkan terapi lain seperti retinoid, benzoyl peroxide, atau obat tertentu dapat digunakan sesuai kondisi pasien.
Apakah Chemical Peeling Bisa Digunakan?
Chemical peeling merupakan salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan dalam penanganan kondisi kulit tertentu. Namun, jenis bahan, konsentrasi, kedalaman peeling, dan frekuensi tindakan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Tidak tepat jika semua breakout setelah sunscreen langsung ditangani dengan chemical peeling. Dokter perlu menilai terlebih dahulu apakah masalah utamanya berupa komedo, acne inflamasi, iritasi, dermatitis kontak, atau kondisi kulit lainnya.
Bagaimana dengan Ekstraksi Komedo?
Pada blackheads atau whiteheads tertentu yang menetap, ekstraksi komedo oleh tenaga profesional dapat menjadi salah satu pilihan. AAD menyebut ekstraksi sebagai salah satu prosedur yang dapat dilakukan dokter kulit untuk mengatasi whiteheads dan blackheads.
Ekstraksi sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan di rumah karena tekanan atau teknik yang salah dapat menyebabkan trauma dan memperburuk kondisi kulit.
Kapan Perlu Konsultasi Dokter Kulit?
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat dipertimbangkan apabila:
- jerawat atau komedo terus muncul meskipun rutinitas skincare sudah konsisten;
- breakout semakin meradang;
- muncul benjolan yang nyeri;
- kulit mengalami gatal, perih, atau kemerahan setelah menggunakan sunscreen;
- muncul noda gelap atau bekas jerawat;
- Kamu sulit menentukan apakah keluhan merupakan acne atau reaksi iritasi;
- atau kondisi tidak membaik setelah beberapa minggu perawatan mandiri.
AAD juga menyarankan berkonsultasi dengan dokter kulit apabila hasil perawatan acne yang dilakukan sendiri tidak sesuai harapan atau muncul noda gelap setelah jerawat.
Sunscreen Tidak Harus Dihindari Hanya karena Takut Jerawatan
Jika Kamu memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, bukan berarti sunscreen harus dihindari.
Sebaliknya, pilih sunscreen yang:
- non-comedogenic atau won’t clog pores;
- memiliki SPF 30 atau lebih;
- memberikan perlindungan broad-spectrum;
- memiliki tekstur yang nyaman digunakan;
- dan sesuai dengan toleransi kulit Kamu.
Jika kulit sensitif, sunscreen mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi pilihan yang dapat dipertimbangkan, terutama jika sunscreen tertentu menyebabkan rasa perih atau terbakar.
Yang tidak kalah penting, jangan mengandalkan sunscreen saja. Perlindungan tambahan berupa berteduh dan pakaian pelindung tetap membantu mengurangi paparan sinar matahari.
Tips Praktis Memilih Sunscreen untuk Kulit Berjerawat
Jika masih bingung memilih sunscreen, gunakan checklist sederhana berikut:
1. Periksa klaim non-comedogenic
Pilih produk yang menyatakan non-comedogenic atau won’t clog pores.
2. Pastikan SPF dan broad-spectrum
Cari SPF 30 atau lebih dan perlindungan broad-spectrum.
3. Sesuaikan dengan kondisi kulit
Kulit berminyak mungkin lebih nyaman dengan formula ringan, sedangkan kulit sensitif dapat mempertimbangkan mineral sunscreen.
4. Jangan mengejar tekstur saja
Produk yang terasa ringan belum tentu paling sesuai. Perhatikan respons kulit setelah pemakaian.
5. Jangan mengganti banyak produk sekaligus
Jika terjadi breakout, akan lebih sulit mengetahui produk mana yang tidak cocok apabila beberapa produk baru digunakan bersamaan.
6. Tetap bersihkan kulit pada malam hari
Gunakan pembersih yang efektif tetapi tetap lembut sesuai kebutuhan kulit.
Kesimpulan
Rasa takut jerawatan pakai sunscreen sebenarnya tidak perlu membuat Kamu menghindari perlindungan terhadap sinar matahari. Kuncinya adalah memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan menggunakannya dengan cara yang tepat.
Untuk kulit yang rentan berjerawat, pilih sunscreen non-comedogenic, broad-spectrum, dengan SPF 30 atau lebih. Jika kulit sensitif, mineral sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi salah satu pilihan.
Membersihkan wajah pada malam hari juga penting, tetapi double cleansing tidak wajib untuk semua orang. Yang terpenting adalah memastikan sunscreen dan produk lain dibersihkan dengan cara yang efektif tanpa membuat kulit mengalami iritasi.
Jika jerawat atau bruntusan terus muncul setelah penggunaan sunscreen, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua sunscreen tidak cocok untuk kulit Kamu. Evaluasi produk, rutinitas skincare, serta kondisi kulit secara keseluruhan.
Apabila keluhan menetap atau semakin berat, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan apakah masalah tersebut merupakan acne, iritasi, atau kondisi kulit lainnya.
Bagi Kamu yang berada di Jakarta dan mengalami masalah kulit seperti jerawat, komedo, bruntusan, atau kulit sensitif, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat menjadi langkah untuk mendapatkan evaluasi dan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit.
Ingin Kulit Bebas Jerawat dan Terlindungi Sempurna?
Konsultasikan kondisi kulit wajah Kamu bersama tim dokter ahli di Tivaza Jakarta. Dapatkan analisis pori dan rekomendasi perawatan jerawat yang tepat.
FAQ
Apakah sunscreen menyebabkan jerawat?
Tidak selalu. Sunscreen tertentu dapat tidak cocok untuk kulit seseorang dan berkontribusi terhadap breakout, tetapi sunscreen secara umum tidak otomatis menyebabkan jerawat. Untuk kulit acne-prone, pilih produk non-comedogenic atau won’t clog pores.
Apakah kulit berjerawat tetap harus memakai sunscreen?
Ya. Kulit yang berjerawat tetap membutuhkan perlindungan dari sinar matahari. AAD merekomendasikan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih dan non-comedogenic untuk kulit yang rentan berjerawat.
Apakah sunscreen mineral lebih baik untuk kulit berjerawat?
Belum tentu. Mineral sunscreen dapat menjadi pilihan terutama untuk kulit sensitif karena zinc oxide dan titanium dioxide cenderung lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi. Namun, jenis sunscreen yang paling sesuai tetap bergantung pada kondisi dan toleransi kulit masing-masing.
Apakah double cleansing wajib setelah memakai sunscreen?
Tidak untuk semua orang. Double cleansing dapat dipertimbangkan jika Kamu menggunakan sunscreen yang sulit dibersihkan atau sekaligus menggunakan makeup. Jika satu facial cleanser yang lembut sudah cukup membersihkan kulit, dua tahap pembersihan tidak selalu diperlukan.
Apakah sunscreen gel pasti tidak menyebabkan komedo?
Tidak ada tekstur yang menjamin produk pasti tidak menyebabkan komedo. Gel atau fluid mungkin terasa lebih nyaman bagi sebagian pemilik kulit berminyak, tetapi tetap perhatikan formulasi dan cari label non-comedogenic.
Kapan harus konsultasi ke dokter kulit?
Jika breakout terus muncul, semakin meradang, meninggalkan noda atau bekas, atau disertai rasa gatal dan perih setelah penggunaan produk, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.
